K W A L I T A S B E T O N K E R A T O N
KEKUATAN material ini
sudah diuji laboratorium yang mendapat hasil bawah keraton akan melendut
pada beban diatas 500 kg/m. Hasil ini sesuai dengan loading Test-II No
LB/BPPU/001-12/IX/9906.09.99.
RINGAN (sekitar 180 -225 kg/m2) dibandingkan dengan beton (sekitar 240 kg/m2)., ini karena keraton memiliki rongga didalamnya dan material pembentuknya adalah tanah liat. Walaupun bobotnya ringan, hal ini tidak berpengaruh pada kualitasnya yang sejajar dengan kualitas beton K 175 yang mempunyai tegangan ijin maksimum sebesar 55 kg/cm. Bobot yang ringan ini menyebabkan beban strukur yang didukung oleh kolom bisa dihemat. Selain itu, menurut Ir. Bambang Mursodo, keuntungan bobot yang ringan akan memperkecil GAYA GEMPA yang diterima oleh stuktur bangunan. Ini berarti bila mengalami keruntuhan, lantai tidak akan runtuh dalam bentuk lempengan besar dan berat tetapi dalam bentuk lempengan kecil sehingga tidak membahayakan penghuni. Dalam Rumus Newton F=m.a . Jadi jika massa bangunan berkurang maka gaya gempa yang terjadi akibat percepatan gempa juga berkurang .
Juga berfungsi sebagai PEREDAM SUARA dan PANAS dan yang mana rongga didalam bata keraton ini juga memberikan keuntungan tambahan yaitu dapat meredam panas dan bunyi karena berfungsi sebagai isolator. Sebagai elemen ESTETIKA,dapat diperlakukan dengan diekspos sehingga memberikan dampak visual natural pada design interior. Rongga juga bagus terhadap suara (lebih kedap ) juga terhadap termal, jadi mestinya lebih sunyi dan dingin.
BIAYA EKONOMIS / MURAH. tanpa
(sangat sedikit) menggunakan perancah (bekisting) kayu, tulangan hanya
satu arah sehingga mengurangi pemakaian besi. Dan pemakaian beton sangat
sedikit sehingga menghemat material.Dapat berfungsi sebagai perancah
tetap, dipasang tanpa perlu pembongkaran. Jadi jelas dari segi perancah
ada penghematan . Pada pembuatan plat lantai beton biasa. Tidak
memerlukan alat bantu seperti krane, sehingga dapat mengurangi biaya
konstruksi.
PROSES LEBIH CEPAT
pemasangannya, dan tidak membutuhkan perancah kayu sehingga ramah
lingkungan dengan penggunaan kayu yang sangat sedikit. Pada saat
pemasangan tidak menggangu lantai bawahnya, karena tidak memerlukan
penyangga perancah seperti pada pembuatan plat lantai beton biasa.Lebih
cepat, sehingga dapat membuat plat/dak beton tanpa harus membongkar atap
rumah keseluruhan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, bila rumah/gedung
yang dibangun dari awal dengan menggunakan bekisting yang minim,
pekerjaan finishing di lantai bawah dapat segera diselesaikan tanpa
harus menunggu selesainya pembuatan plat/dak beton di atasnya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar